Kongres ke-13 Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) yang berlangsung di Donohudan, Jawa Tengah, menjadi momen bersejarah dalam perjalanan organisasi Toriqoh ini. Dalam sidang pleno Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa), Kiai Haji Achmad Chalwani resmi terpilih sebagai Rais JATMAN. Pemilihan ini dilakukan secara aklamasi dan didukung penuh oleh para Mursyid Taqwa dari seluruh Indonesia. Bersama dengan Prof. Dr. H. Ali Maskur Musa yang terpilih sebagai Mudir Ali, kepemimpinan baru ini diharapkan membawa JATMAN ke arah yang lebih baik dan tertib.

Pemilihan aklamasi K.H. Chalwani sebagai Rais dan Prof. Ali Maskur Musa sebagai Mudir Ali menunjukkan soliditas dan kekompakan para peserta kongres dalam menyepakati pemimpin baru. Proses ini tidak hanya mencerminkan semangat musyawarah yang tinggi, tetapi juga menunjukkan kepercayaan besar terhadap kemampuan keduanya untuk mengemban amanah. Kongres ini juga menjadi simbol era baru dalam JATMAN, yang bertujuan untuk memperkuat integritas organisasi.

K.H. Chalwani, putra dari pendiri JATMAN, Mbah Kiai Nawawi, membawa harapan besar untuk melanjutkan estafet kepemimpinan yang penuh berkah. Sebagai tokoh yang dikenal dekat dengan para ulama dan Toriqoh, ia diharapkan mampu menyatukan kembali langkah organisasi, menjadikannya lebih solid, dan menjaga hubungan baik dengan Nahdlatul Ulama (NU).

Kongres ini tidak hanya sekadar memilih pemimpin baru, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam memurnikan arah organisasi JATMAN. Dalam beberapa tahun terakhir, organisasi ini dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk upaya pembersihan dari anasir-anasir yang mencemarkan nama baik Nahdlatul Ulama. Pemimpin baru diharapkan dapat mengatasi tantangan tersebut dengan bijaksana, sehingga JATMAN dapat kembali fokus pada tujuan utamanya: menguatkan Toriqoh dan membimbing umat menuju jalan yang lurus.

Prof. Dr. H. Ali Maskur Musa, sebagai Mudir Ali, akan memainkan peran strategis dalam mendukung K.H. Chalwani. Dengan latar belakang akademik dan pengalamannya di berbagai organisasi, ia diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan JATMAN, terutama dalam menjawab tantangan modernisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional Toriqoh.

Kesuksesan kepemimpinan baru ini tentu tidak lepas dari dukungan para Mursyid Taqwa di seluruh Indonesia. Mereka adalah tulang punggung organisasi yang memberikan panduan spiritual dan menjadi teladan bagi umat. Dukungan penuh dari para mursyid menunjukkan kepercayaan bahwa kepemimpinan K.H. Chalwani dan Prof. Ali Maskur Musa mampu membawa keberkahan dan kemajuan bagi JATMAN.

Dengan terpilihnya K.H. Chalwani, JATMAN diharapkan dapat lebih fokus pada pengembangan program-program yang relevan dengan kebutuhan umat saat ini. Beberapa prioritas utama yang diusulkan dalam kongres ini meliputi penguatan pendidikan Toriqoh, pengembangan dakwah berbasis teknologi, dan pemberdayaan ekonomi umat. Kepemimpinan baru juga diharapkan mampu menjalin sinergi yang lebih erat dengan organisasi NU lainnya untuk mencapai tujuan bersama.

Kongres ke-13 JATMAN menandai awal baru bagi organisasi ini dengan terpilihnya K.H. Achmad Chalwani dan Prof. Dr. H. Ali Maskur Musa sebagai pemimpin baru. Dengan dukungan penuh dari para mursyid dan peserta kongres, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa JATMAN menuju arah yang lebih baik, penuh keberkahan, dan lebih relevan dengan tantangan zaman. Semoga pemimpin baru ini dapat menjalankan amanah dengan baik dan membawa organisasi Toriqoh ini ke tingkat yang lebih tinggi.