@PWILS Gresik -- Dari Hasil Wawancara dengan Ahmad Zaimuddin (Ketua PWI LS Gresik), makam Sunan Kalijaga merupakan salah satu situs penting dalam sejarah penyebaran agama Islam di Indonesia. Baru-baru ini, ditemukan teks berbahasa Belanda yang menyebutkan lokasi makam ini di Gresik. Teks tersebut memberikan informasi berharga tentang keberadaan makam yang selama ini menjadi perdebatan di kalangan sejarawan dan masyarakat.

Baru-baru ini ditemukan dalam naskah Belanda, salah satunya pernyataan berikut :

"Koeboeran Soenan Kalidjogo. Nabij de misigit voor edevaartgangers van de doekoe Gamping Kradjan, district Tambangan, afdeeling Sidajoe, bevindt zich het graf van Soenan Kalidjogo, met steenen 'ompaggerd en stechts te bereikenna twee gapoera's gepasseerd te zijn. Het graf staat in den reuk van heiligheid en er wordt daar drukt geofferd."

Terjemahan dari teks tersebut adalah:

"Koeboeran Sunan Kalidjogo. Dekat misigit untuk peziarah Dukoe Gamping Kradjan, Kecamatan Tambangan, Jurusan Sidajoe, berada makam Sunan Kalidjogo, dilapisi batu dan hanya bisa diakses setelah melewati dua gapura. Kuburan berbau kesucian dan banyak dilakukan pengorbanan di sana."

Informasi ini menunjukkan bahwa makam Sunan Kalijaga terletak di dekat Dukoe Gamping Kradjan, dimana akses menuju makam tersebut melewati dua gapura.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fathimatuz Zahro dalam Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, Maret 2024, Distrik Tambangan dihuni oleh etnis Tionghoa. Hal ini diperkuat oleh data arkeologis yang menunjukkan adanya pemakaman orang-orang Tionghoa di Desa Ngawen. Peta Belanda juga mencatat adanya daerah di Sidayu yang disebut sebagai Makam Tjino, menambah kompleksitas sejarah kawasan ini.

Meskipun teks Belanda tersebut memberikan petunjuk baru mengenai lokasi makam, masyarakat setempat telah lama mengenal bahwa makam Sunan Kalijaga terletak di daerah Panceng, tepatnya di Desa Gampeng Perbukitan Surawiti. Di sana, terdapat makam yang dikenal sebagai Patilasan. Selain itu, makam Sunan Kalijaga yang lebih terkenal berada di Kadilangu, Kecamatan Demak.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa ada beberapa versi mengenai lokasi makam Sunan Kalijaga, yang mungkin dipengaruhi oleh tradisi lisan dan keyakinan masyarakat setempat.

Temuan teks Belanda yang menyebutkan lokasi makam Sunan Kalijaga di Gresik membuka peluang baru untuk penelitian lebih lanjut mengenai sejarah dan budaya Islam di Indonesia. Meskipun terdapat perdebatan mengenai lokasi yang tepat, penting untuk menghargai warisan budaya dan sejarah yang terkait dengan Sunan Kalijaga. Penelitian lebih lanjut dan penggalian arkeologis dapat membantu mengungkap misteri ini dan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran Sunan Kalijaga dalam sejarah penyebaran Islam di tanah air.

Dengan demikian, makam Sunan Kalijaga bukan hanya sekadar tempat peristirahatan, tetapi juga simbol dari perjalanan spiritual dan sejarah yang kaya di Indonesia.

Ditulis oleh : @Syaf